Tampilkan postingan dengan label pendidikan diluar negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan diluar negeri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2016

12 GEDUNG KAMPUS DAN SEKOLAH TERUNIK DI DUNIA

12 GEDUNG KAMPUS DAN SEKOLAH TERUNIK DI DUNIA

Umumnya sebuah sekolahan hanya tempat untuk menutut ilmu semata. Namun tidak halnya seperti sekolah yang terdapat di Denmark ini. Orestad Collegemerupakan salah satu sekolah termewah yang memiliki fasilitas terlengkap dan semua serba mewah. Mungkin sepintas orang akan melihat bangunan ini seperti mall atau hotel namun sayangnya itu merupakan bangunan sekolah.
Nah, tempat yang selalu digunakan untuk orang belajar dan menuntut ilmu. Orestad Collegeini dirancang khusus bagi para siswa agar bisa menghasilkan prestasi yang sangat memukau. Bangunan yang dibangun senyaman mungkin ini memberikan fasilitas yang sangat lengkap dang semua serba canggih.


1. Orestad High School, Copenhagen
Jika melihat sekolah ini rasanya sangat sulit untuk tidak berangakat ke sekolah.
 
Rancangan bangunan sekolah ini lebih menonjolkan adanya sinar matahari agar bisa masuk kedalam ruangan belajar sebagai penerangan. Hal ini lantaran kalangan akademis Denmark percaya bahwa sinar matahari dapat membuat seseorang menjadi semangat belajar. Bahkan tidak hanya bangunanOrestad Collegedirancang agar banyak sinar matahari dapat masuk kedalam ruangan namun di desain dengan terbuka. Umumnyasekolahdengan bentuk yang berkotak untuk ruangan kelas namun bangunan sekolah ini memiliki lantai bagian atas sehingga bisa membuat bagian dibawahnya.
Tidak hanya itu sekolah ini juga memberikan laptop secara gratis juga kepada para siswa karena tempat ini menyediakan koneksi internet secara gratis. Uniknya sekolah ini juga memiliki bantal oranye multi fungsi sebagai alat untuk santai saat belajar agar tidak jenuh.
Setelah mengetahui desain dan bentuk bangunan sekolahOrestad Collegeini maka tidak heran bila banyak orang yang ingin sekolah disekolahtermewah di Dunia ini. tidak heran bila sekolah ini akhirnya berhasil mendapat pengakuan internasional melalui beberapa penghargaan. Hal ini merupakan cara untuk tidak ada alasan agar anak tidak berprestasi dengan segala macam fasilitas yang sudah diberikan oleh sekolah ini. #
2. Nanyang University in Singapore
Universitas yang sangat menakjubkan dengan atap hijaunya..

3. Modern High School #9 in Central LA
Sekolah ini desainnya lebih mirip seperti museum seni…

4. Gehry-Designed Stata Center at MIT
Bangunan ini di desain dengan kelas seperti rumah yang aneh…
Di sini juga di lengkapi dengan fasilitas penelitian, fasilitas kebugaran dan aula besar.
5. New York University’s Department of Philosophy Interior
Dirancang oleh Steven Holl Architects, interior yang direnovasi fitur dinding putih dan nampak kompleks dengan set tangga rata berlubang dengan pola cahaya yang menarik di sekitar gedung. Efek cahaya bisa menyesuaikan dengan perubahan musim dan hari.
6. Victorian College of the Arts School of Drama
Dirancang oleh Castles Stephenson + Turner Pty Ltd / Edmond & Corrigan.
Bangunan ini di desain berwarna sehingga jelas bahwa ini adalah tempat kreativitas.
7. Arcadia University’s Grey Towers Castle
Universitas ini dulunya adalah sebuah kastil.
Kastil yang di bangun pada tahun 1893 ini di jadikan Universitas pada tahun 1929.

8. Concrete and Glass Gateway Building at MICA
The Maryland Institute College of Art (MICA) telah lama dikenal karena campuran berbagai bangunan, dan yang terbaru adalah head-turner.
ada juga bangunan berbentuk drum dengan interior tanah halaman rumah lobby / galeri, teater, kafe, mes pelajar, dan studio.
9. Bold, Contemporary Metzo College in the Netherlands
The new Metzo College terletak di Doetinchem, sebuah kota di sebelah timur dari Belanda. Dirancang dengan banyak ruang terbuka di sekelilingnya yang berfungsi sebagai gedung sekolah kejuruan serta fasilitas olahraga umum.

10. Rafael Arozarena High School, La Orotava, Spain
Rafael Arozarena High School berada di dekat pusat kota bersejarah dari La Orotava, Spanyol dan Dirancang oleh AMP Arquitectos.

11. Bikuben Student Residence, University of Copenhagen
Disebut sebagai ‘student residence of the future’.
Tentunya tidak seperti ruang tempat tinggal siswa yang lain, Beton, logam dan kaca jendela yang membuat semacam efek ekawarna yang terang.
Di dalam bangunan, ruangan umum dan kamar terhubung.
12. Jubilee Campus, University of Nottingham
Kampus ini dulunya adalah Sebuah pabrik sepeda, yang kemudaian ditransformasikan dengan indah menjadi kampus untuk 2500 siswa…
Cek TKPnya : http://menujuhijau.blogspot.com/2012/04/12-gedung-kampus-dan-sekolah-terunik-di.html#ixzz2vR0jiO1Hhttps://putrihafidzoh.wordpress.com/2014/03/09/12-gedung-kampus-dan-sekolah-terunik-di-dunia/

INILAH DIA 9 UNIVERSITAS TERBAIK DI EROPA TAHUN 2013, ADA UNIVERSITAS KEBANGGAANMU?

INILAH DIA 9 UNIVERSITAS TERBAIK DI EROPA TAHUN 2013, ADA UNIVERSITAS KEBANGGAANMU?

Di penghujung 2013, majalah Times Higher Education baru saja merilis daftar peringkat sembilan universitas terbaik dunia. Daftar ini dikumpulkan oleh Thomson Reuters dengan menekankan pada kontribusi institusi tersebut terhadap beasiswa global dan reputasinya diantara institusi-institusi lain.
Meskipun mayoritas institusi di Amerika mendominasi daftar tersebut, namun kira-kira ada 20 institusi pendidikan di Eropa yang juga masuk ke dalam peringkat 40 besar. Untuk institusi-institusi pendidikan di Eropa kebanyakan didominasi oleh universitas di daerah Britania Raya seperti University of oxford, University of Cambridge dan Imperial College London.
Berikut ini adalah daftar peringkat 9 universitas terbaik di Eropa pada tahun 2013:

1. University of Oxford

9univ1
Sebagai universitas tertua pengguna bahasa Inggris di dunia, University of Oxford menduduki peringkat pertama universitas terbaik di Eropa. Universitas yang berlokasi di Oxford, Inggris ini diperkirakan berdiri pada akhir abad ke-11 namun tidak diketahui kapan tanggal pastinya.

2. University of Cambridge

9univ2
Sebagai universitas tertua kedua pengguna bahasa Inggris di dunia, University of Cambridge sudah menjadi pesaing University of Oxford sejak dahulu. Karena dianggap sebagi universitas yang elit dan bergengsi di Britania Raya, seleksi masuk di universitas ini pun menjadi sangat ketat. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten.

3. Imperial College London

9univ3
Universitas yang memiliki nama resmi Imperial College of Science, Technology and Madicine ini adalah sebuah universitas riset publik yang berlokasi Kensington Selatan. Universitas ini memiliki dua kampus yaitu kampus utama yang berlokasi di Kensington Selatan dan kampus tambahan yang terletak di Chelsea.
4. Swiss Federal Institute of Technology
9univ4
Swiss Federal Institute of Technology adalah universitas gabungan antara dua lembaga pendidikan tinggi di Switzerland yaitu Swiss Federal Institute of Technology in Zurich (ETHZ) dan Swiss Federal Institute of Technology in Lausanne (EPFL). ETH Zurich adalah sebuah universitas teknik, ilmu pengetahuan, teknologi, matematika dan juga manajemen di kota Zurich, Swiss. ETH Zurich dibangun oleh pemerintah federal Swiss pada tahun 1854. Tujuannya adalah untuk saran mendidik para calon insinyur dan ilmuan. Sementara EPF Lausanne yang merupakan saudara dari ETH Zurich memiliki misi untuk mendidik insinyur dan ilmuan, menjadi pusat keunggulan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dan menyediakan sebuah hubungan yang baik dalam berinteraksi dengan ilmiah dan industri.
5. University College London
9univ5
Universitas College London adalah sebuah universitas riset publik yang terletak di London, Inggris. Universitas ini merupakan perguruan tinggi konstituen terbesar dan tertua dari seluruh federasi University of London. Pertama kali didirikan pada tahun 1826, universitas ini menjadi salah satu dari dua pendiri perguruan tinggi University of London. Sehingga universitas ini menjadi sebuah universitas yang cukup bergengsi didunia.
6. The London School of Economics and Political Sience
9univ6
The London School of Economics dan Political Sience adalah salah satu universitas riset di Inggris yang berfokus pada ilmu-ilmu sosial dan ekonomi.  Universitas ysng berlokasi di London ini didirikan pada tahun 1895. London School of Economics and Political Sience yang terletak di Westminster, telah menghasilkan banyak alumni-alumni hebat dibidang hukum, politik, sastra, dan bisnis.
7. Karolinska Institute
9univ7
Karolinska Institute adalah sebuah universitas kedokteran yang berlokasi di wilayah Swedia. Universitas ini menjadi salah satu universitas medis terbesar dan paling bergengsi di Eropa. Universitas yang didirikan pada tahun 1810 ini, memiliki pusat akademik ilmu kesehatan yang digunakan sebagai pusat penelitian dan pengajaran rumah sakit.  Universitas ini juga telah mendapatkan beberapa penghargaan dan nobel.
8. King College London
9univ8
King College London merupakan universitas ketiga tertua di Inggris. Didirikan pada tahun 1829 oleh Raja George IV dan Duke of Wellington. Universitas ini memiliki 4 kampus yang tersebar di penjuru London.
9. The University of Edinburgh
9univ9
The University of Edinburgh merupakan universitas pengguna bahasa inggris tertua keenam di dunia. Universitas ini juga dibilang sebagai universitas kuno Skotlandia karena ada begitu banyak bangunan bersejarah milik universitas ini. universitas ini juga memiliki reputasi yang cukup baik dimata dunia sebagai pusat intelektual.
Anzac Education, berdiri sejak 1979

10 SEPULUH NEGARA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK

10 SEPULUH NEGARA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK

Sistem Pendidikan di Indonesia
Berbagai negara telah mengembangkan sistem pendidikan yang menurut mereka bagus dan baik untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) mereka. Banyak negera yang telah berhasil menaikan hasil pembangunan sektor pendidikan mereka dengan sistem yang telah mereka laksanakan, seperti 10 sepuluh negara berikut ini : 
1. Finlandia

Dari informasi terbaru di akhir-akhir 2014, Sebuah klasemen liga global yang baru, yang dibuat oleh Economist Intelligence Unit of Pearson, telah menempatkan Finlandia menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Pemeringkatan ini berdasarkan gabungan dari hasil tes internasional dan data seperti tingkat kelulusan antara tahun 2006 dan 2010, seperti yang dilaporkan oleh BBC.

Untuk Finlandia, ini bukan lah kebetulan. Karena mereka menerapkan reformasi pendidikan secara besar-besaran 40 tahun yang lalu, sistem sekolah di negara itu secara konsisten di atas rata-rata sistem pendidikan internasional. Dengan menerapkan pendidikan yang konsisten sejak usia dini, bahkan sejak anak masih dalam kandungan hingga pendidikan tinggi, maka finlandia mampu mengembangkan sumber daya manusia negaranya dengan sangat cepat. Pendidikan finlandia baca di sini !!


2. Korea Selatan

Di korea selatan, sekolah untuk semua anak berusia antara enam dan lima belas adalah gratis. SMA, untuk siswa usia 15-18, dikenakan biaya biaya kuliah untuk menambah dana dari pemerintah. Pembiayaan sekolah sangat terpusat, dengan sistem sekolah lokal yang berasal 80% dari pendapatan mereka dari anggaran belanja Kementerian Pendidikan Nasional, Sains dan Teknologi (MEST). Kementerian pusat langsung mendanai gaji guru di sekolah tingkat SD atau yang dibawah nya serta program prasekolah.

Sekolah swasta menerima sejumlah kecil dana pemerintah dan subsidi, tetapi dibiayai melalui biaya pendidikan dan dukungan dari donor swasta dan organisasi. Korea Selatan menghabiskan $ 7.434 per siswa di semua tingkat pendidikan, dibandingkan dengan rata-rata OECD dari $ 8.831. Namun, ini merupakan 7,6% dari PDB Korea Selatan dihabiskan untuk pendidikan, dibandingkan dengan rata-rata OECD sebesar 5,9%. Ini adalah persentase tertinggi kedua dari PDB dihabiskan untuk pendidikan antara negara-negara OECD.

Pemerintah Korea Selatan secara historis sangat terpusat, dan sistem pendidikan mencerminkan hal ini. Struktur tata kelola pendidikan sangat mirip dengan operasi pemerintah Korea lainnya, dengan inisiatif utama diproduksi dan didanai oleh kantor pusat dan dilakukan oleh yang lebih rendah, cabang regional dari kantor pusat. Semua kantor metropolitan, kota / daerah dan provinsi pendidikan harus mengambil arah kebijakan umum dari MEST, tetapi dapat membuat keputusan anggaran dan perekrutan untuk daerah masing-masing. Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada upaya untuk mendesentralisasikan sistem dan memungkinkan lebih banyak pengambilan keputusan di tingkat sekolah. Setiap sekolah memiliki dewan sekolah sendiri dengan beberapa derajat otonomi dalam hal mempromosikan guru atau mengatur pengembangan profesional, tapi ini masih cukup terbatas.
Departemen Pendidikan meninggalkan sebagian besar proses perencanaan anggaran dan keputusan administratif kepada dinas pendidikan kota dan provinsi. Dewan sekolah lokal yang terpilih, meskipun mereka apolitis dan lebih dari 50% dari anggota dewan diwajibkan oleh hukum untuk memiliki minimal sepuluh tahun pengalaman di bidang pendidikan.

Sekolah dievaluasi setiap tahun oleh kelompok pemantau eksternal yang ditetapkan oleh dinas pendidikan provinsi. Mereka menyelesaikan inspeksi sekolah berdasarkan rencana evaluasi Departemen Pendidikan, yang menetapkan arah dan standar. Evaluasi sekolah, Ulasan teknik mengajar dan praktik pembelajaran, kurikulum dan kebutuhan mahasiswa. Departemen Pendidikan baru-baru ini telah menambahkan penghargaan berbasis kinerja sekolah di mana akan dipilih sekolah dengan performa terbaik untuk menerima bonus. Hasil evaluasi sekolah dilaporkan kepada publik.

Guru dievaluasi oleh kepala sekolah mereka meskipun kepala sekolah tidak memiliki kekuatan untuk langsung mengganjar atau menghukum guru berdasarkan evaluasi mereka. Namun demikian, diberikan insentif untuk kinerja tinggi. Salah satu insentif utama adalah sebutan dari “Guru Guru,” yang memberikan hak efektif, guru berpengalaman untuk gaji bulanan kecil di samping gaji normal mereka. Insentif tambahan mencakup bonus dan mempelajari peluang di luar negeri.


3. Hong Kong

Lebih dari 20% anggaran belanja pemerintah Hong Kong adalah untuk sektor pendidikan. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa Hong Kong telah mengembangkan sistem pendidikan yang sangat baik melayani mahasiswa lokal dan expatriat, juga sekelompok universitas kelas dunia.

Tahun ajaran di Hong Kong dimulai pada musim gugur dan berakhir pada awal musim panas. Selama liburan utama termasuk Natal, Paskah, dan Tahun Baru Cina, sekolah diliburkan.

Struktur sistem pendidikan di Hong Kong didasarkan dari sistem Britania Raya. Dimulai pada usia tiga tahun memasuki TK. Setelah TK, siswa masuk enam tahun sekolah dasar. Masing-masing dari tiga tahun terakhir dari sekolah dasar diakhiri dengan pemeriksaan intens, yang menentukan sekolah menengah bagi setiap siswa yang memenuhi persyaratan.

Sekolah menengah dibagi menjadi dua tingkat: Junior dan Senior. Sekolah-sekolah menengah itu sendiri dibagi menjadi tiga kelompok. Tujuan pengelompokan ini adalah menentukan peringkat dalam urutan prestise akademik, dengan kelompok 1 yang paling bergengsi. Tentu, semakin baik peringkat ¨pengelompokan¨dari sekolah, semakin besar kesempatan yang diperoleh untuk masuk ke universitas bergengsi.

Akhir periode sekolah menengah ditandai dengan dua ujian, Sertifikat Ujian Pendidikan Hong Kong (HKCEE) dan Pemeriksaan Tingkat Lanjutan Hong Kong (HKALE). HKALE ini mirip dengan ujian A-Level di Inggris, dan nilai yang diperoleh siswa menjadi faktor penting dalam proses penerimaan di universitas.

Kurikulum sekolah umum Hong Kong diajarkan dalam bahasa Kanton, sebagian besar siswa internasional dan expat di Hong Kong mengikuti sekolah swasta dan internasional berdasarkan kurikulum dari negara asal mereka. Sekolah-sekolah ini dikelola oleh fakultas yang sangat berkualitas di Hong Kong maupun luar negeri. Banyak dari sekolah ini mengikuti kurikulum International Baccalaureate (IB).

Hong Kong memiliki delapan universitas yang sangat kompetitif, yang semuanya memiliki ruang untuk siswa internasional serta siswa lokal. Mereka juga menawarkan berbagai studi di luar negeri. Kuliah di universitas Hong Kong tidak murah, sekitar US $ 10.000 per tahun. Berkat dukungan dari pemerintah dan perusahaan swasta, namun, universitas menawarkan berbagai beasiswa dan bantuan paket keuangan. Dana pemerintah dan perusahaan swasta ini juga memastikan bahwa ada dana yang tersedia untuk pengembangan dan penelitian akademik.

Universitas Hong Kong menuntut kemampuan tingkat tinggi dalam bahasa Inggris, dan siswa yang non-penutur asli harus mengambil Test Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (TOEFL) sebelum masuk. Sekitar 66% dari siswa Hong Kong melanjutkan studi lebih lanjut setelah sekolah menengah.

Hong Kong saat ini sedang dalam proses reformasi pendidikan utama, yang dirancang untuk mengurangi jumlah ujian dalam kurikulum dan untuk menempatkan lebih banyak perhatian pada pengembangan pribadi. Ini termasuk penekanan pada perkembangan moral, layanan sipil dan kebugaran fisik. Masa satu tahun juga akan ditambahkan ke tingkat Senior sekolah menengah pada tahun 2012. Akhirnya, satu tahun tambahan akan ditambahkan ke jumlah tahun yang diperlukan untuk belajar untuk gelar Bachelor (saat ini tiga), yang berarti bahwa mahasiswa Hong Kong akan diminta untuk menempatkan standar empat tahun studi sarjana.

4. Jepang

Sistem pendidikan Jepang direformasi setelah Perang Dunia II. Sistem Lama 6-5-3-3 berubah menjadi sistem 6-3-3-4 (6 tahun sekolah dasar, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA dan 4 tahun Universitas) dengan mengacu ke sistem Amerika. Gimukyoiku (wajib belajar) 9 tahun, 6 di shougakkou (SD) dan 3 di chuugakkou (SMP).

Jepang memiliki salah satu populasi di dunia yang paling berpendidikan, dengan 100% pendaftaran di kelas wajib dan buta huruf. Meskipun tidak wajib, SMA (koukou) pendaftaran nya adalah lebih dari 96% secara nasional dan hampir 100% di kota-kota. Sekitar 46% dari semua lulusan SMA melanjutkan ke universitas atau perguruan tinggi junior.

Departemen Pendidikan mengawasi kurikulum, buku teks, kelas dan mempertahankan tingkat pendidikan yang seragam di seluruh negeri. Akibatnya, standar pendidikan yang tinggi menyebar merata di seantero Jepang.

Sebagian besar sekolah beroperasi pada sistem jangka tiga tahun dengan tahun ajaran baru mulai pada bulan April. Sistem pendidikan modern dimulai pada tahun 1872, dan adalah model utama setelah sistem sekolah Perancis, yang dimulai pada bulan April. Tahun fiskal di Jepang juga dimulai pada bulan April dan berakhir pada bulan Maret tahun berikutnya, yang lebih nyaman dalam banyak aspek.

April adalah puncak musim semi saat cherry blossom (bunga yang paling dicintai di Jepang!) Mekar dan waktu yang paling cocok untuk awal yang baru di Jepang. Perbedaan dalam sistem tahun ajaran sekolah menyebabkan beberapa ketidaknyamanan untuk siswa yang ingin belajar di luar negeri. Setengah tahun yang terbuang hanya untuj menunggu masuk dan biasanya satu tahun lagi yang terbuang ketika kembali ke sistem universitas Jepang dan harus mengulang satu tahun .

Kecuali untuk tingkatan yang lebih rendah dari sekolah dasar, hari sekolah rata-rata pada hari kerja adalah 6 jam, yang membuatnya menjadi salah satu hari-hari sekolah terpanjang di dunia. Bahkan setelah selesai jam sekolah, anak-anak memiliki latihan dan pekerjaan rumah lain untuk membuat mereka sibuk. Liburan adalah 6 minggu di musim panas dan sekitar 2 minggu masing-masing untuk musim dingin dan musim semi.

Setiap kelas memiliki kelas tetap sendiri di mana mahasiswa mengambil semua kursus, kecuali untuk pelatihan praktis dan bekerja di laboratorium. Selama pendidikan dasar, dalam banyak kasus, satu guru mengajar semua mata pelajaran di masing-masing kelas. Sebagai hasil dari pertumbuhan penduduk yang cepat setelah Perang Dunia II, jumlah siswa di kelas SD atau SMP melebihi 50 siswa per kelas, tapi sekarang sudah ditekan di bawah 40 siswa per kelas. Di sekolah dasar negeri dan sekolah menengah pertama, makan siang ( kyuushoku) disediakan pada menu standar, dan dilakukan di dalam kelas. Hampir semua SMP mengharuskan mahasiswa untuk mengenakan seragam sekolah (seifuku).

Perbedaan besar antara sistem sekolah Jepang dan sistem sekolah Amerika bahwa sistem Amerika menghormati individualitas sementara Jepang mengontrol individu dengan mengamati aturan kelompok. Hal ini membantu untuk menjelaskan karakteristik perilaku kelompok di Jepang.

5. Singapura

Departemen Pendidikan bertujuan untuk membantu siswa untuk menemukan bakat mereka sendiri, untuk menggali bakat terbaik mereka dan menyadari potensi penuh mereka, dan untuk mengembangkan semangat untuk belajar yang berlangsung sepanjang hidup.

Singapura memiliki sistem pendidikan yang kuat. Siswa Singapura bercita-cita tinggi dan mereka mencapai hasil yang sangat baik. Hal ini diakui di seluruh dunia. Dengan memiliki sekolah yang baik, dengan pemimpin sekolah dan guru yang berkualitas, dan fasilitas yang terbaik di dunia.

Singapura sedang membangun kekuatan ini untuk mempersiapkan generasi berikutnya untuk masa depan. Ini adalah masa depan yang membawa peluang yang sangat besar, terutama di Asia, tetapi juga akan membawa banyak perubahan yang kita tidak bisa ramalkan. Tugas sekolah dan perguruan tinggi adalah untuk memberikan anak-anak muda kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, karakter dan nilai-nilai yang akan memungkinkan mereka untuk terus melakukannya dengan baik dan membuat Singapura lebih maju.

Singapura telah bergerak dalam beberapa tahun terakhir menuju sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan beragam. Tujuannya adalah untuk memberikan siswa berbagai pilihan yang lebih besar untuk memenuhi kepentingan yang berbeda dan cara belajar. Mampu memilih apa dan bagaimana mereka belajar akan mendorong mereka untuk mengambil kepemilikan yang lebih besar dari pembelajaran mereka. Singapura juga memberikan siswa pendidikan yang lebih berbasis luas untuk memastikan mereka semua adalah siswa yang berkualitas.

Pendekatan ini dalam pendidikan akan memungkinkan untuk memelihara anak-anak muda dengan keahlian yang berbeda yang mereka butuhkan untuk masa depan. Pemerintah Singapura berusaha untuk membantu setiap anak menemukan bakatnya sendiri, dan tumbuh dan muncul dari kemampuannya. Tenaga pengajar di sini akan mendorong mereka untuk mengikuti naluri mereka, dan mempromosikan keragaman bakat di antara mereka – dalam bidang akademik, dan dalam olahraga dan seni.

Tradisi mereka adalah memelihara anak-anak muda Singapura yang mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban, dan yang bersedia untuk berpikir dengan cara baru, memecahkan masalah baru dan menciptakan peluang baru untuk masa depan. Dan, tak kalah penting, ingin membantu anak muda untuk membangun seperangkat nilai-nilai sehingga mereka memiliki kekuatan karakter dan ketahanan untuk menghadapi kemunduran yang tak terelakkan dalam hidup tanpa perlu berkecil hati, dan sehingga mereka memiliki kemauan untuk bekerja keras untuk mencapai impian mereka.


6. Britania Raya

Pendidikan di Britania Raya didelegasikan kepada masing-masing negara di Britania Raya yang memiliki sistem yang terpisah di bawah pemerintahan terpisah: Pemerintah Inggris bertanggung jawab untuk Inggris; Pemerintah Skotlandia, Pemerintah Wales dan Eksekutif Irlandia Utara bertanggung jawab untuk Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.

Di setiap negara ada lima tahapan pendidikan: pendidikan awal, primer, sekunder, Pendidikan Lanjutan (FE) dan Perguruan Tinggi (PT). Undang-undang menyatakan bahwa pendidikan purna waktu adalah wajib untuk semua anak berusia 5 tahun (. 4 tahun di Irlandia Utara) dan 16 tahun, yang merupakan Usia Wajib Sekolah (CSA). Pendidikan ini tidak perlu berada di sekolah dan semakin banyak orang tua memilih untuk melakukan kegiatan pendidikan di rumah.

Kurikulum Nasional (NC), dibentuk pada tahun 1988, menyediakan kerangka kerja untuk pendidikan di Inggris dan Wales antara usia 5 dan 18 tahun. Meskipun NC tidak wajib diikuti oleh sebagian besar sekolah negeri, tetapi banyak sekolah swasta, akademi, sekolah gratis dan pendidikan di rumah mendesain kurikulum sendiri. Di Skotlandia program wajib belajar nya pada umur 5-14 tahun, dan di Irlandia Utara terdapat program kurikulum umum.


7. Belanda

Pendidikan di Belanda terdiri dari tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Tingkat ini membentuk jalur studi, yang mengarah ke berbagai jenis. Struktur ini sangat fleksibel dan bermanfaat bagi siswa karena mereka dapat beralih pendidikan mereka dari satu studi dengan jalur yang lain untuk memecahkan kemungkinan kesulitan yang mereka hadapi dan mencapai tujuan pendidikan mereka.

Standar kualitas Sistem pendidikan Belanda diterapkan oleh hukum yang dikeluarkan pada tahun 1815. Menurut hukum itu, setiap program studi di negara ini harus diakreditasi oleh Pemerintah atau organisasi yang sesuai.

Belanda menjadi negara non-berbahasa Inggris pertama yang mulai menawarkan pendidikan bagi siswa dari luar negeri. Sekolah internasional memadukan sistem pendidikan Belanda dan internasional untuk pendidikan menengah, yang membedakan mereka dari sekolah-sekolah di negara-negara berbahasa Inggris yang lazim nya menetapkan kurikulum nasional.

Di Belanda, siswa dapat mengikuti program berdasarkan kurikulum dari negara-negara lain (Inggris atau AS) atau kurikulum internasional yang dikembangkan khusus: International Baccalaureate (IB). Semua program yang diakui secara internasional dan memungkinkan siswa untuk mendapatkan akses ke perguruan tinggi di negara manapun di dunia.

Ketika siswa mendapatkan gelar diploma sekolah menengah dan memenuhi persyaratan penerimaan lain, mereka dapat mengajukan permohonan untuk program gelar di universitas Belanda.

8. Selandia Baru

Sistem pendidikan di Selandia Baru memiliki tiga tingkatan – pendidikan anak usia dini, sekolah menengah, dan pendidikan tinggi – di mana siswa dapat mengikuti berbagai jalur yang fleksibel.

Sistem dirancang untuk mengenali kemampuan yang berbeda, keyakinan agama, kelompok etnis, tingkat pendapatan, ide-ide tentang pengajaran dan pembelajaran, dan memungkinkan penyedia pendidikan untuk mengembangkan karakter khusus mereka sendiri.

Kebijakan nasional dan kerangka kerja untuk regulasi dan bimbingan, persyaratan dan pengaturan pendanaan ditetapkan oleh pemerintah pusat dan dikelola melalui badan-badan tersebut. Kewenangan administratif untuk sebagian besar pelayanan pendidikan diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, yang diatur oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Selandia Baru memiliki sistem jaminan kualitas yang kuat yang memastikan konsistensi, pendidikan berkualitas tinggi di semua tingkat sistem pendidikan, baik negeri maupun swasta.


9. Swiss

Swiss memiliki sistem pendidikan desentralisasi. Sebagian besar keputusan tentang penyelenggaraan sekolah dasar dan menengah diambil di tingkat kewilayahan. Itu juga merupakan kanton yang menyediakan sebagian besar pembiayaan.

Swiss tidak memiliki menteri federal pendidikan. Namun demikian, beberapa aspek organisasi dari sistem pendidikan berlaku di seluruh negeri. Ini termasuk durasi tahun ajaran, dan jumlah tahun wajib belajar.

Di daerah kanton lain, secara tradisional memiliki tingkat otonomi yang besar.

Setiap canton memiliki kepala pendidikan, yang semuanya bersama-sama membentuk Konferensi Cantonal Swiss Menteri Pendidikan (EDK dalam bahasa Jerman). EDK memainkan peran penting dalam membahas dan mengkoordinasikan kebijakan pendidikan, dan dalam menekankan nilai-nilai tertentu dalam pendidikan.

10. Kanada

Sistem pendidikan di Kanada mencakup sekolah private dan sekolah swasta, termasuk: perguruan tinggi / lembaga teknis, institut kejuruan, sekolah bahasa, sekolah menengah, kamp musim panas, dan universitas.

Pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah provinsi di bawah konstitusi Kanada, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara sistem pendidikan di masing-masing provinsi. Namun pemerintah Kanada menerapkan standar tinggi secara seragam di setiap provinsi.

Secara umum, anak-anak Kanada memulai pendidikan dari TK untuk satu atau dua tahun pada usia empat atau lima tahun. Semua anak-anak mulai pendidikan tingkat satu pada usia sekitar enam tahun. Tahun ajaran biasanya berlangsung mulai September sampai Juni berikutnya, tetapi dalam beberapa kasus, terkadang dimulai pada Januari. Sekolah menengah dimulai dari Kelas 11 atau 12, tergantung pada provinsi. Setelah itu, siswa dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas, perguruan tinggi atau studi Cegep. CEGEP adalah akronim dalam bahasa Perancis yang berarti Institut Pendidikan Kejuruan, dan dua tahun pendidikan umum atau tiga tahun pendidikan teknis antara sekolah menengah dan universitas. Provinsi Quebec memiliki sistem Cegep.
Demikian 10 sepuluh negara dengan sistem pendidikan yang dinyataakan terbaik saat ini,..kita hendaknya merenung, entah kapan indonesia dinyatakan sebagai negara dengan sistem pendidikan yang terbaik, paling tidak baik dengan tidak adanya polemik di berbagai lini yang mempengaruhi sistem dan faktor-faktor pendukungnya...kita tunggu saja !!
 
Source : https://sulitabatigol.wordpress.com/

Selasa, 26 Januari 2016

Paris, Kota Pendidikan Terbaik di Dunia

Paris, Kota Pendidikan Terbaik di Dunia

JPEG
Menurut studi yang dilakukan oleh lembaga Inggris Quacquarelli Symonds Ltd (QS), dan yang hasilnya baru saja dipublikasikan, untuk kedua kalinya berturut-turut, Paris dinobatkan sebagai kota pelajar terbaik di dunia, mengungguli London, Singapura, Sydney, dan Zurich. Studi tersebut tidak hanya memperhitungkan keragaman program kuliah yang ditawarkan atau mutu pengajaran. Biaya kuliah, kualitas hidup mahasiswa juga merupakan faktor yang menentukan dalam pemeringkatan ini. Selain Paris, Lyon menjadi salah satu kota Perancis yang masuk dalam 50 besar, di posisi ke-41.
Untuk keterangan lebih lanjut :

Kamis, 21 Januari 2016

SISTEM PENDIDIKAN DI FINLANDIA

 SISTEM PENDIDIKAN DI FINLANDIA

1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun


beri kesempatan mereka untuk belajar dengan caranya sendiri via freeenglishlessonplans.files.wordpress.com
Orang tua jaman sekarang pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah dapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun.
Awal yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.
Pelajar di Finlandia sudah terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling efektif bagi mereka, jadi nantinya mereka tidak harus merasa terpaksa untuk belajar. Maka dari itu meskipun mulai telat, tapi pelajar umur 15 di Finlandia justru berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu membuktikan faedah dan efektivitas sistem pendidikan di Finlandia.


2. Cara Belajar Ala Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat


Cara belajar ala FInlandia: banyak istirahat! via edudemic.com
Tahukah kamu bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang, jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain.
Di samping meningkatkan kemampuan fokus di atas, memiliki jam istirahat yang lebih panjang di sekolah juga sebenarnya memiliki manfaat kesehatan. Mereka jadi lebih aktif bergerak dan bermain, tidak hanya duduk di kelas. Bagus juga kan jika tidak membiasakan anak-anak dari kecil untuk terlalu banyak duduk.


3. Semua Sekolah Negeri di Finlandia Bebas Dari Biaya. Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau


Gak mungkin konsen belajar kalau perut kosong. Finlandia adalah negara pertama dengan program makan siang gratis untuk semua siswa
Satu lagi faktor yang membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena semua sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Dan yang lebih penting lagi, sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua.
Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun 1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama.
Tidak berhenti dengan biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia juga menyediakan fasilitas pendukung proses pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan, dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memang sih sistem seperti ini mungkin berjalan karena kemapanan perekonomian Finlandia. Tapi jika memahami sentralnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya semua negara juga berinvestasi besar untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih.


4. Semua Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia.


Profesional S2 yang dibayar tinggi via i.dell.com
Di samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi.
Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas, pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas.
Jika Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita selayaknya juga harus mendapatkan sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke guru kurang, kenapa kita menuntut mereka harus memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran? Tidak adil ‘kan?


5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu.


Guru yang selalu mendampingi tahu yang dibutuhkan siswanya via itec.aalto.fi
Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka.
Diversitas siswa seperti keberagaman tingkatan sosial atau latar belakang kultur biasanya jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Bisa jadi gara-gara fleksibilitas dalam sistem pendidikan Finlandia itu, semua diversitas justru bisa difasilitasi. Jadi dengan caranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yang berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal.


6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah


Belajar karena pingin pasti hasilnya lebih efektif via i.huffpost.com
Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka.
Pendeknya jam belajar justru mendorong mereka untuk lebih produktif. Biasanya pada awal semester, guru-guru justru menyuruh mereka untuk menentukan target atau aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi ketika masuk kelas, mereka tidak sekadar tahu dan siap tapi juga tidak sabar untuk memulai proyeknya sendiri.


7. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1


Gak ada yang putus sekolah via www.trigger-proof.com
Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.

PENDIDIKAN TERBAIK DIFINLANDIA

                  PENDIDIKAN TERBAIK DIFINLANDIA

   Mengejutkan. Ternyata negara yang paling oke saat ini untuk tata kelola pendidikannya bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Finlandia. Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.

Di Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting. Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.

Sistem inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya. Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air. Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.

Jadi jangan pernah berhayal bahwa guru-guru di Finlandia disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena di negeri ini guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar. Jadi, di Finlandia siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas.

Mau bagaimana caranya, maka gurulah yang berwewenang atas itu karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau dimana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa yang akan datang. Sistem ini telah berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan oleh hiruk pikuknya politik nasional negaranya. Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun. Kerenkan?


Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di negeri ini. Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Gajinya besar dong? Tidak. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya bahkan bisa dikatakan kurang memadai. Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya hal ini karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi seorang guru.

Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.


Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Ditanah air Indonesia, sebenarnya sistem pendidikan Finlandia telah terterapkan sejak tahun 1961 melalui wadah gerakan pramuka. Apa yang berlaku di Finlandia jelas-jelas merupakan sistem pendidikan yang berlalu di gerakan pramuka. Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota pramuka, bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji. Disamping itu, setiap 32 orang anggota pramuka dibina oleh 3 orang pembina secara terus menerus. Akan tetapi sistem pendidikan kepanduan ditanah air ini tidak mendapat respon yang positif ditanah air.

Buktinya kendati berhasil melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, negara ternyata tidak berani mengalokasikan dana BOS yang ada pada setiap sekolah untuk sepersekian persen wajib dipergunakan untuk mengelola gerakan pramuka di gugus depan. Pendidikan nasional kita yang masih sarat dengan kepentingan politik kepala daerah menjadikan potret pendidikan begitu semraut. Pelaksanaan UN yang jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya selalu dipertahankan untuk alasan yang tidak jelas. Bahkan ironisnya lagi, UN telah mengajarkan bangsa ini bagaimana berlaku curang dan menipu. Gilanya lagi peserta UN dikawal dan diamati setiap detik melalui layar CCTV.

Seperti teroriskan. Cara-cara gila ini begitu dibangga-banggakan oleh pemerintah bahkan institusi pendidikan sendiri. Padahal metode ini punya dampak physicologi bagi para pelajar dimana UN benar-benar menjadi beban berat. Jadi jangan heran bila di Nias pada hari pertama UN ada siswa yang meninggal dunia begitu menerima lembar soal ujian. Finlandia tidak pernah membebani muridnya untuk hal-hal yang kurang bermutu atau mengurangi ke-kreativitasan seorang anak setelah meninggalkan rumah sekolah. Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional.

Setiap murid selalu diberi les tambahan yang berlebihan, pelajar di wajibkan mengikuti Tryout hampir tiap bulan dengan alasan untuk mengukur kemampuan siswa. Dirumah disuguhi lagi dengan tugas-tugas berat bahkan ada lagi menu les tambahan yang ditawarkan padahal nuansa bisnisnya lebih terasa daripada urgensinya bagi peserta didik. Repot bukan? Alhasil, pelajar tanah air lahir dan besar tanpa pernah mempergunakan otaknya untuk berkreativitas. Generasi muda pun besar penuh dengan tekanan. Jadi jangan heran, walaupun lulus UN 100 persen ternyata persentasi lulus SMPTN berbanding terbalik dengan kelulusan UN.

Inilah setidaknya potret pendidikan kita dewasa ini. Indonesia jatuh kepada tingkat kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Alih-alih untuk mencerdaskan bangsa tetapi cara-cara yang dilakukan justru mengantarkan bangsa ini kelembah kehancuran.

Oleh karena itu kita perlu berbenah. Mengembalikan sistem pendidikan kezaman dahulu kala (seperti cerita orangtua kita) dimana setiap anak dan orangtua begitu menghormati guru perlu kita lakukan. Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi. Wajib belajar 12 tahun mutlak harus dilakukan tentunya dengan biaya gratis. Tidak hanya itu wajar 12 tahun itu harus dengan satu izajah saja yaitu izajah SMA. Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan.

Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA. Maka evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja. Menggratiskan pendidikan dinegara ini bukanlah hal yang mustahil. Bukankah 40 persen APBN kita mark-up dan 30 persennya dikorupsi.

Jadi andai pengelolaan keuangan negara kita ditata dengan baik maka tidak mustahil dimasa-masa yang akan datang biaya pendidikan kita yang saat ini ditampung 20 persen dalam APBN kedepannya akan meningkat menjadi 50 persen. Bila sudah demikian, bukankah pendidikan kita sudah bisa digratiskan.

Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru, dari sistem pendidikan yang ada di Finladia, diantaranya :

1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat.)
2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.
3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. ( Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diajar ).
4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. ( Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan  SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat,)
5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan.
6.Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan  per siswa mengungguli  Amerika Serikat.
7.  30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah.
8. 66 persen siswa masuk ke perguruan tinggi.Dan tertinggi di erofa
9.  Nyaris semua siswa memilki kemampuan akademis yang merata
10. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas.
11. 93 persen masyarakat Finlandia lulus dari SMA.bahkan17,5  peresen lebih tinggi dari AS .
12. 43 persen dari Finlandia siswa sekolah menengah pergi ke sekolah kejuruan.
13.Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat.
43 percent of Finnish high-school students go to vocational schools.
14. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.”
15. Finlandia memiliki jumlah  guru sebanyak di  New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.
Sumber : http://esqsmartplus.com/mengapa-finlandia-memiliki-sistem-pendidikan-terbaik-di-dunia/

Senin, 18 Januari 2016

Sistem Pendidikan diluar negeri


         Sistim pendidikan di Australia

Australia menawarkan beragam pilihan belajar bagi siswa internasional, dengan lebih dari 1.200 institusi dan 22.000 pilihan program belajar.

Anda dapat belajar di semua tingkat pendidikan dari sekolah dasar dan menengah, sampai pendidikan kejuruan dan pelatihan (VET), dari kursus bahasa Inggris sampai pendidikan tinggi (termasuk universitas). Pengajaran di universitas umumnya berlangsung dalam kuliah kelompok besar dan tutorial kelompok kecil.
Terlepas dari apa yang anda pelajari atau berapa lama anda belajar, undang-undang Australia mendorong pendidikan yang berkualitas dan perlindungan bagi siswa internasional. Termasuk di dalamnya adalah Undang-Undang Layanan Pendidikan bagi Siswa Asing (ESOS) 2000 dan Kode Praktik Nasional untuk Otoritas Pendaftaran dan Penyedia Pendidikan dan Pelatihan bagi Siswa Asing 2007 (Kode Nasional). Hal ini memberikan standar yang konsisten secara nasional bagi penyedia pendidikan dan pelatihan bagi siswa internasional.

Pendidikan tersier

Pendidikan tersier mencakup pendidikan tinggi (universitas) dan pendidikan dan pelatihan kejuruan (VET dan TAFE).

Kerangka Kualifikasi Australia

Sistem pendidikan Australia dibedakan dari banyak negara lain dengan the Australian Qualifications Framework (AQF). AQF merupakan kebijakan nasional yang menunjukkan bagaimana kualifikasi menjalin komunikasi satu sama lain pada setiap tingkat pendidikan.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi:

Sumber: